Fadli Zon Luncurkan SAMAN, Upaya Cegah Praktik Korupsi di Kementerian Kebudayaan Berbasis Digital

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, berupaya mencegah celah-celah praktik korupsi di kementeriannya. Salah satu langkah yang dilakukan dengan membuat aplikasi SAMAN atau Sistem Aplikasi Monitoring Anti-Fraud). Fadli Zon menilai pencegahan korupsi bisa dilakukan dengan memanfaatkan adaptasi digital agar program tepat sasaran, efisien, dan memberikan dampak yang besar. "Harus ada langkah dan formula baru terkait memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan," kata Fadli Zon saat peluncuran aplikasi SAMAN di Kantor Kemenbud, seperti dikutip Sabtu (3/1/2026). Irjen Kemenbud, Fryda Lucyana, menambahkan korupsi adalah kejahatan luar biasa yang berdampak sistemik dan endemik. Tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat. "Karena itu, upaya pencegahan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan pengawasan berbasis risiko," jelas Fryda. Fryda menuturkan, aplikasi anti-fraud dikerjakan dalam waktu empat bulan sejak September 2025. Dia meyakini, aplikasi itu menjadi yang pertama di Indonesia dan secara khusus berfokus pada deteksi langsung modus kecurangan. "Melalui aplikasi ini, Itjen Kemenbud ingin membangun ekosistem pengawasan yang inklusif, di mana setiap insan Kementerian Kebudayaan memiliki ruang dan peran aktif dalam menjaga integritas organisasi,” tutur Fryda.
Mengenal Lebih Jauh Aplikasi SAMAN
Sebagai informasi, aplikasi terkait dikembangkan oleh Teknologi Kemajuan Bangsa (TKB). Direktur Utama TKB, Munawir Bangsawan bangga bisa menjadi bagian dalam mengembangkan aplikasi SAMAN, platform early warning system anti-fraud untuk Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). "SAMAN tidak sekedar platform pengawasan, melainkan juga fondasi tata kelola pemerintahan digital yang terpadu. SAMAN dirancang untuk mewujudkan Good Governance yang berbasis data guna memitigasi terjadinya kelalaian," imbuh dia. Diketahui, SAMAN berjalan dengan pendekatan berbasis data yang memungkinkan pengawasan dilakukan lebih dini. Dengan otomasi dan analisis pola risiko, pengawasan tidak lagi bersifat reaktif setelah pelanggaran terjadi, tetapi preventif sejak potensi risiko muncul. Adapun model pengawasan tidak hanya bergantung pada pemeriksaan manual. Sebaliknya, pengawasan dilakukan dengan mekanisme digital yang terukur, dan auditable. Teknologi seperti SAMAN berkontribusi di hulu, memastikan setiap proses berjalan akuntabel, sehingga kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa dapat memberikan dampak maksimal.

